25 July 2007

Menyoal Tanyamu

Inilah yang paling kuingat, kau yang selalu dirundung tanya. Tiap kali pula tanya-tanya itu kau teruskan padaku. Kadang seperti tanpa kau pikir. Dan inilah aku dalam sorot keingintahuanmu: kanak-kanak yang tak bisa henti bercericau. Kau berhasil memaksaku jujur tanpa satu iota pun nada desak. Lalu dari mulutku kata-kata seperti air tanah, berlimpah. Dahagamu akan penelanjangan rahasia terpuaskan sudah. Harapmu akan pengenalan terpenuhi. Jauh di dalam nadi, aku ini bukan manusia berjawab. Aku dan lidahku pada dasarnya kelu dalam kepungan tanya. Aku akan gadaikan kebebasan demi sebuah kesempatan tak bersuara. Tapi di hadapanmu, aku kanak-kanak yang tak bisa henti bercericau.

Entah apa sebabnya. Dalam muram malam, di sela-sela tidur yang penuh racau, kudapati barang setitik pencerahan. Tanyamu itu sebongkah keinginan, mentah, bodoh, namun dengan demikian dia terjujur. Dalam tanyamu itu kau muntahkan harapmu. Tentang menyayang. Soal setia. Perihal mencinta. Tapi tentu kau tak sadar bukan? Sama tak sadarnya dengan kanak-kanak ini, yang merelakan diri memberi jawab karena ingin menjadi pemenuhan bagi harapmu. Begitulah kita, di muram malam, bertaut dalam balas-berbalas kata. Kau lempar harap. Kuharap memberi jawab yang menjawab harap. Ahh, tahu apa aku.

Terlalu akali. Sekadar upaya menghibur diri. Aku takkan pernah tahu maksudmu. Sekadar penasaran? Menelisik kelemahan? Mencari bahan tertawaan? Mana pernah aku tahu. Hanya duga-menduga yang kita bisa dalam keterpisahan ini. Takkan pernah mampu kuukur kedalamanmu, sama seperti kau tak bisa memeriksa rongga hatiku. Tapi bukankah di situ indahnya? Andai kau tahu seperti aku tahu, kau takkan pernah bertanya, seperti aku juga tak punya suatu soal untuk dijawab. Lalu kita gagu. Diam. Tidakkah lebih mendukakan daripada kematian? Aku tak mau. Biarlah kita tetap dalam keterpisahan kita, dalam penasaran kita, dalam pertanyaan kita. Hujani aku tanya untuk kujawab, harap untuk kutangkap. Supaya dengan demikian aku tetap merindumu, bahkan dalam muram malam.

No comments: